Writer Authority: Sistem Membangun Personal Brand yang Menghasilkan

Lihat Detail

Deskripsi

Saya masih ingat sebuah percakapan dengan salah satu klien lama saya. Kami sudah bekerja sama hampir satu tahun. Saat itu dia memiliki perusahaan e-commerce berskala menengah, dan saya rutin mengerjakan artikel blog untuk kebutuhan bisnisnya. Memang kita rutin bertemu, minimal setiap bulan sekali, karena kebetulan satu kota.

Awalnya saya mengira pertemuan hari itu hanya sekadar meet up seperti biasanya. Tidak ada firasat apa pun bahwa percakapan tersebut akan mengubah cara saya memandang profesi ini.

Di tengah obrolan, dia membuka laptopnya lalu memperlihatkan sebuah draft artikel. Topiknya sesuatu yang sangat familiar bagi saya karena saya sudah berkali-kali menulis tema serupa untuk bisnisnya. Bedanya, kali ini artikel itu bukan saya yang membuat.

"Ini saya bikin pakai ChatGPT," katanya.

Saya membaca draft tersebut. Hasilnya belum sempurna memang. Masih ada beberapa bagian yang terasa datar dan perlu diperbaiki. Tapi saya juga tidak bisa menyangkal bahwa strukturnya sudah rapi, bahasanya cukup natural, dan isi pembahasannya relevan. Untuk sebuah draft awal, kualitasnya lebih baik dari yang saya bayangkan.

Lalu dia bilang, "Ini butuh dua menit. Saya masih butuh kamu untuk polish-nya, sih."

Saya pulang hari itu dengan kepala yang penuh pertanyaan. Kebetulan sebulan lagi kontrak saya selesai. Pernah dia ngomong kalau bakal perpanjang kontrak. Saya agak khawatir, dia tidak akan perpanjang kontrak lagi di tahun depan. Dan benar saja, sebulan kemudian, klien saya tidak jadi memperpanjang kontraknya. Alasannya karena sudah ada tim SEO yang menangani produksi kontennya.

Jujur, agak kecewa, tapi yang bisa saya ambil dari pengalaman tersebut bahwa saat ini kerja-kerja menulis sedang berubah. Bukan pada teknologinya, melainkan cara seseorang memberikan nilai pada profesi penulis.

Yang jauh lebih penting saat ini adalah memahami dengan jelas di mana posisi kita sebagai penulis di dalam ekosistem yang baru ini.

Selama bertahun-tahun, kualitas seorang penulis dinilai dari kemampuan teknisnya. Masalahnya, kemampuan-kemampuan tersebut sekarang sudah bisa dilakukan oleh AI dengan hasil yang cukup baik. Memang belum sempurna. Tetapi untuk kebutuhan banyak bisnis, hasil itu sudah lebih dari cukup.

Artinya, sesuatu yang dulu menjadi keunggulan utama seorang penulis kini mulai berubah menjadi komoditas.

Lalu apa yang masih menjadi pembeda?

Yang tidak bisa direplikasi AI adalah cara kita memandang sebuah masalah. Pengalaman hidup, identitas, dan authority yang lahir karena orang lain benar-benar mempercayai kita. Semua itu tidak bisa dihasilkan hanya dengan sebuah prompt.

Itulah alasan utama saya menulis ebook ini.

Salam hangat,

Dila Bahar (Founder Ruang Penulis)

Lihat Detail

Tentang Produk

Loading...